Laporan Tugas Akhir
Literature review : Hubungan perilaku 3M sebagai upaya pencegahan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat
ABSTRAK
Afiatus Soleha. Literatur Review:” Hubungan Perilaku 3M Sebagai Upaya Pencegahan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Masyarakat”
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit epidemi akut yang disebabkan oleh virus yang di transmisikan oleh Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penderita yang terinfeksi akan memiliki gejala berupa demam ringan sampai tinggi, disertai dengan sakit kepala, nyeri pada mata, otot dan persendian, hingga pendarahan spontan mendadak dan cenderung menimbulkan renjatan dan kematian (WHO, 2012). Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya serta sering menimbulkan ledakan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan jumlah kematian tinggi (Depkes RI,2011). Anak-anak merupakan sasaran dari gigitan nyamuk, sehingga jika tidak segera ditangani, demam ini bisa menjadi penyakit yang mematikan (Ariani, 2016). Satu perkiraan menunjukkan 390 juta infeksi dengue per tahun (interval kredibel 284–528 juta), dimana 96 juta (67–136 juta) bermanifestasi secara klinis (dengan tingkat keparahan penyakit apapun) (WHO, 2018). Sedangkan Angka kesakitan (IR/Incidence Rate) DBD di Indonesia pada tahun 2012 hingga 2016 mengalami fluktuasi, antara lain tahun 2012 dengan IR 37,27 per 100.000 penduduk (90.245 kasus), tahun 2013 IR 45,85% (112.511 kasus), tahun 2014 IR 39,80% ( 100.347 kasus), tahun 2015 IR 50,75% (129.650 kasus), dan tahun 2016 IR 78,85% (204.171 kasus). Angka kematian (CFR/CaseFatality Rate) DBD di Indonesia tahun 2012 0,90% ( 816 jiwa), tahun 2013 CFR 0,77% (871 jiwa), tahun 2014 CFR 0,9% (907 jiwa), tahun 2015 CFR 0,83% (1071 jiwa), tahun 2016 CFR 0,78% (1598 jiwa) (Kemenkes RI, 2012-2016). Sesuai dengan Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019, untuk target IR DBD Nasional yaitu < 20 per 100.000 penduduk dan target CFR Nasional tersebut (RPJMN, 2015- 2019). Pada DBD terdapat program pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkat masyarakat tiap daerah yaitu dengan program pencegahan perilaku 3M yang terdiri dari Menguras, Menutup, Mengubur disekitar rumah dan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada lingkungannya. Dari 4 jurnal penelitian yang dipilih, didapatkan bahwa setelah dilakukan pencegahan dapat mempengaruhi terjadinya demam berdarah dengue hal ini berarti setelah melakukan pencegahan 3M demam berdarah mengalami penurunan dibandingkan sebelum melakukan pencegahan 3M , Setelah melakukan pencegahan 3M demam berdarah sebagian besar responden harus menjaga kebersihan lagi supaya tidak ada terjadi yang terkena sakit demam berdarah.
Kata kunci: Perilaku 3M Demam Berdarah Dengue,Kejadian Demam Berdarah Di Masyarakat
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Publisher | Program Studi D3 Keperawatan Stikes William Booth : Surabaya., 2021 |
| Collation |
-
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
NONE
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available







