Laporan Tugas Akhir
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Diagnosa Medis Dengue Haemoragic Fever (DHF) Grade III dengan Masalah Hipertermi di RSUD Bangil
ABSTRAK
Kompres merupakan metode pemeliharan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau alat yang dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan. Ada dua tipe kompres yang digunakan yaitu kompres dingin dan kompres hangat. Meskipun begitu, kompres dingin tidak begitu efektif untuk mengatasi demam karena memicu terjadinya vasokontriksi atau penyempitan pembuluh darah. Sedangkan pemakaian kompres hangat dapat memicu vasodilatasi atau pelebaran diameter pembuluh darah yang terjadi ketika otot-otot di dinding pembuluh darah yang dapat meningkatkan pengeluaran panas dari tubuh. Pemakaian hangat sangat dianjurkan sebagai terapi kombinasi dengan antiseptik atau obat penurun demam untuk membantu menurunkan suhu tubuh[2]. Suhu kompres yang dibutuhkan sekitar 370C-400C. Biasanya kompres tradisional yang digunakan dengan cara membasahi handuk atau kain dengan air hangat kemudian diletakkan pada dahi. Akan tetapi, kompres yang biasa dilakukan memiliki kelemahan ketika waktu pengompresan yang terlalu lama dibiarkan mengakibatkan suhu kompres menjadi menurun dan tidak stabil sehingga pengompresan harus dilakukan secara berulang-ulang. Tindakan lain yang digunakan untuk menurunkan panas adalah kompres dengan air biasa. Tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh dipermukaan tubuh anak, turunnya suhu tubuh dipermukaan tubuh ini dapat terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres.
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Publisher | Program Studi D3 Keperawatan Stikes William Booth : Surabaya., 2022 |
| Collation |
-
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
NONE
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available







