Karya Tulis Ilmiah
Asuhan Keperawatan Pada Pasien CVA ( Cerebrovascular Accident) Infark Dengan Masalah Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik di Ruang Anggrek RSUD Bangil Pasuruan
Masalah yang sering muncul pada pasien CVA atau stroke adalah hambatan mobilitas fisik sehingga pasien mengalami imobilitas atau gangguan mobilitas yang merupakan keterbatasan fisik tubuh. Hal ini dapat terjadi pada satu maupun lebih ekstremitas secara mandiri dan terarah. Dampak yang ditimbulkan yaitu mengalami kekakuan serta atrofi otot. Tujuan penelitian ini menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien CVA infark dengan hambatan mobilitas fisik di ruang Anggrek RSUD Bangil Pasuruan. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus, yang dilakukan pada 2 pasien CVA infark dengan masalah hambatan mobilitas fisik Proses pengambilan data diawali dengan melakukan pengkajian pada kedua pasien selama 1 hari. Intervensi utama yang dilakukan adalah melakukan latihan rentang gerak ROM (Range Of Motion) yang diberikan pada pasien selama 3 hari perawatan di rumah sakit. Hasil pengkajian didapatkan yaitu pada pasien 1 mengalami kelemahan pada tangan kiri dan nyeri pada kepala sedangkan pada pasien 2 mengalami kelemahan pada kedua kakinya dan mengalami gangguan dalam berkomunikasi serta nyeri pada kepala. Ditemukan perbedaan pada kedua pasien yaitu pada pasien satu mengalami kelemahan pada ektermitas atas kiri saja sedangkan pasien 2 mengalami kelemahan pada kedua ekstermitas bawah dan gangguan berkomunikasi. Terdapat perbedaan pada asuhan keperawatan pada kasus hambatan mobilitas fisik pasien stroke disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor resiko medis seperti adanya riwayat penyakit yang dimiliki pasien yaitu hipertensi, diabetes, kolesterol, penyakit jantung, penyakit ginjal. Adapun faktor resiko perilaku yang mungkin sering dilakukan pasien yaitu kurang olahraga, merokok, pola makan tidak sehat, alkohol, obesitas dan stress. Hasil evaluasi keperawatan pada kedua pasien dilakukan setiap hari setelah implementasi keperawatan diberikan yaitu pada pasien 1 menunjukan perkembangan yang signifikan akan tetapi pasien 2 masih mengalami penurunan kesadaran sehingga harus dipindahkan ke ruang intensive dan intervensi tidak bisa dilanjutkan oleh penulis. Kesimpulan dari studi kasus ini yaitu pemberian latihan ROM sangat efektif melatih kemampuan kekuatan otot. Diharapkan pada pasien dan keluarga dapat menerapkan latihan ini untuk mengatasi masalah hambatan mobilitas fisik saat dirumah.
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Publisher | Program Studi D3 Keperawatan Stikes William Booth : Surabaya., 2023 |
| Collation |
-
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
NONE
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available







