Asuhan Keperawatan Klien Dengan Intervensi Trhnik Genggan Jari Pada Perfusi Prefier Tidak Efektif Dengan Diagnosa Medis Coronary Artery Disease Post Catheterisasi Di RS Siloam Surabaya | Repository STIKes William Booth

Record Detail

Image of Asuhan Keperawatan Klien Dengan Intervensi Trhnik Genggan Jari Pada Perfusi Prefier Tidak Efektif Dengan Diagnosa Medis Coronary Artery Disease Post Catheterisasi Di RS Siloam Surabaya

Karya Tulis Ilmiah

Asuhan Keperawatan Klien Dengan Intervensi Trhnik Genggan Jari Pada Perfusi Prefier Tidak Efektif Dengan Diagnosa Medis Coronary Artery Disease Post Catheterisasi Di RS Siloam Surabaya



ABSTRAK

CAD (Coronary Artery Disease) merupakan suatu gangguan fungsi jantung yang disebabkan karena adanya penyempitan arteri koroner dan tersumbatnya pembuluh darah jantung. Salah satu metode penanganan CAD yaitu dengan catheterisasi jantung yang digunakan dalam membuka pembuluh darah yang tersumbat dan mengembalikan perfusi aliran darah melalui arteri. Pasca tindakan catheterisasi yang dilakukan melalui akses transradial ini dapat menimbulkan komplikasi seperti gangguan pada jaringan perifer. Sehingga dibutuhkan intervensi dalam mengatasi adanya perfusi perifer yang tidak efektif yaitu tehnik genggam jari. Tehnik genggam jari adalah tindakan relaksasi otot rangka yang dipercaya dapat menurunkan nyeri dan melancarkan sistem peredaran darah dengan merelaksasikan ketegangan otot. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui asuhan keperawatan klien dengan intervensi tehnik genggam jari pada gangguan perfusi jaringan perifer dengan diagnosa medis coronary artery disease post tindakan catheterisasi di RS.Siloam Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode study kasus pendekatan Asuhan Keperawatan dengan mengambil sampel sebanyak 2 responden yang dirawat di ruang perawatan khusus RS.Siloam Surabaya selama 3 hari. Teknik pengambilan data melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan studi dokumentasi. Berdasarkan evaluasi dari tehnik genggam jari yang dilakukan pada klien 1 dan 2 didapatkan bahwa perfusi perifer tidak efektif teratasi dalam waktu 3x24jam. Berdasarkan hasil studi kasus tersebut maka perlu saran dalam merekomendasikan peran perawat, terutama asesment dan pemantauan pasien untuk mendeteksi komplikasi setelah angiografi Intervensi koroner dan/atau perkutan. Dan pentingnya menambahkan wawasan dan pedoman-pedoman baru mengenai proses keperawatan dengan SDKI, SIKI, dan SLKI.

Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Coronary Artery Desease


Detail Information

Series Title
-
Publisher Program Studi Profesi Ners Stikes William Booth : Surabaya.,
Collation
-
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
NONE
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available


File Attachment



Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this